Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Di waktu yang lalu

Ketika siang berganti malam, mentari tak memberikan pantulan emasnya. Kala itu aku berjalan di sudut jalan kecil rumahku. Ia aku selalu melihatnya ketika dunia berisikan kehitaman. Ketika kecil aku menyukai berjalan sambil mendongakan kepala ke atas mencoba melihat bulan yang selalu mengikuti tapak kaki mungil ini. Ketika aku berlari lebih cepat rembulan masih mengikuti tepat beberapa meter di kepalaku. Sialnya aku benci seseorang yang mengikutiku. Entah ke kanan, kiri, juga tatasurya seperti mengikuti jejak langkah kaki. Ketika aku berhenti melangkah bulanpun lagi-lagi menirukanku tapi perbedaannya ia tak menatapku. Sungguh ketika kecil lambat laun aku mengerti kenapa langit tak pernah bisa kugapai. Padahal ia di dekat sawah rumahku. Semakin aku berjalan lebih jauh langit pun terasa lebih jauh. Ah, aku bukanlah anak kecil yang mudah menyerah. Aku berlari-larian bersama beberapa anak seusiaku memburu langit karena aku ingin menyentuhnya alasan yang sangat klasik. Begitupun juga dengan...